Friday, 22 October 2010
ITU AKU!
Friday, 15 October 2010
SAMA HALNYA, TAK BERARTI!
SAMA HALNYA, TAK BERARTI!
Tadi, kemarin, besok ataupun lusa sama saja bagiku tak ada sesuatu yang dapat mengembalikannya. Tak adanyapun tak mempersulit diriku, jatuh bangunku aku yang alami tidak untuknya atapun dirinya, bodohnya aku permasalahkan apa yang tak ada, hingga ku terjerumus di kubangan yang sama, sama-sama lupa, sama-sama tak mengalah, sama-sama egois, sama-sama sadar aku dan dirinyapun melakukan hal yang sama, dan semuanyapun kini sama sekali hal yang seharusnya tidak kita lakukan bersama.
STUDI BANDING ALA ANAK TK
STUDI BANDING ALA ANAK TK
“besok persiapan study tour, tolong di persiapkan apa saja yang akan di bawa untuk keperluan putra-putrinya besok bagi para orang tua yang mengawasi putra-putrinya”, ucap salah satu guru terhadap orang tua murid yang menghadiri rapat tersebut.
Sepenggal wacana tersebut tak ubah bedanya dengan para anggota dewan kita yang tengah asik membahas studi banding yang sekarang tengah hangat-hangatnya menjadi polemik publik. di samping menghabiskan dana yang tidak sedikit, di sisi lain banyaknya intervensi asing yang mempengaruhi stabilitas perekonomian, negara juga di hebohkan oleh segelintir oknum-oknum yang ingin menguasa negara dengan caranya. padahal kalau kita tarik dari sudut yang berbeda banyak polemik-polemik yang berkembang di tengah masyarakat saat ini “hasil pengeluaran taksesuai dengan hasil yang di dapat”, ketika anak mulai mendengarkana kata study tour dari gurunya yang terpikirkan mungkin gambarana-gambaran yang sifatnya menyenangkan dalam konteks “bersenang-senang”, bersenang-senang di sini bukannya hanya apa yang bisa di dapatkan dari hasil pengamatan. terlebih, dari itu semua melainkan apa yang bisa di beli dan apa saja yang bisa di lakukan sesampainya di sana, semakin menarik tempat yang akan di kunjunginya semakin menyenangkan pula kepuasaan yang di dapatkannya. Sama halnya ketika anggota dewan melakukan agenda studi banding tak ubahnya seorang anak-anak TK yang kegirangan ketika di sahkannya agenda tersebut dalam rapat paripurna. Tempat merupakan ajang gengsi bagi para anggota dewan, kan tidak lucu apabila studi banding ke luar negri hanya sebatas negara tetangga terlebih dengan banyaknya isu dan polemik yang tengah berkembang di masyarakat di samping telalu singkat, kepuasaan yang di peroleh tak sebanding dengan agenda yang tentunya menjadi tujuan utamanya (bersenang-senang) jadi tempat eksotislah pilihannya. Studi banding bukanlah sesuatu yang salah dan biasa saja, sah-sah saja ketika anggota dewan melakukan perbandingan dan di terapkan sebagai ajang memperbaiki bangsa, tapi ketika membelot dari agenda yang sudah di tentukan ini bukanlaha hal yang biasa. Nyatanya banyak kita dengar studi banding hanya di jadikan sebagai banding membandingkan harga, tak lucu rasanya apa bila anggaran yang di keluarkan oleh rakyat hanya di jadikan ajang untuk hepi-hepi sampai-sampai pulang dengan tangan kosong (belanja) apa lagi ada penyuapan di dalamnya, mungkin saja istilah itu sekarang di samarkan ketika anggota dewan tak di perbolehkan lagi menerima hadiah dalam bentuk apapun dan seketika studi banding di jadikan ajang sebuah nama yang pas untuk mengabu-abukan mata masyarakatn tentang kinerja pemerintahan, hal itu boleh saja di lakukan wong namanya saja studi banding membandingkan suatu tempat dengan tempat yang lebih baik tentunya. namun faktanya di lapangan taksesuai dengan apa yang sudah di agendakan sebelumnya, membanding-bandingkan harga itu mungkin lebi dari sekedar cocok menggambarkan tingkah laku para dewan saat ini. Bagaiman tidak ketika berangkat dengan mebawa aspirasi rakyat namun ketika datang koper-koper yang berisikan lusinan merek dagang menemani kepulangan mereka. Yaa ini kita dan negara kita, urusan menyenangkan rakyat jelas kita nomer satunya sampai-sampai untuk biaya sekolah bagi para tunas bangsa kita saja di abaykannya, orang-orang korup sekalipun saja masih sempat di manjakan di ruang tahanan dengan fasilitas kelas hotel bintang lima, dan belum lama ini disahkannya anggaran pembangunan gedung mewah DPR yang tak kurang 1 trilliun rupiah yang harus di habiskan dan lengkap pula dengan sarana olahraga yang katanya dapat menunjang anggota dewan agar tampak selalu bugar, kalo sudah begitu pastinya tidak kita temui lagi wajah-wajah lesu dari para anggota dewan pada saat rapat paripurna berlangsung yang selama ini acap kali terjadi. lalu di mana 233 juta orang miskin lainnya yang tak dapatkan fasilitas yang sama??, atau mungkin itu hanyalah isapan jempol belaka yang hanya tuhanlah yang tahu seburuk apa ke adaan mereka tanpa pernah kita tahu sebelum kita melihatnya kebelakang dan merasakan apa yang di rasakan kawan kita tersebut, pantaslah kita sebut negara ini kaya wong anggota dewannya saja di danai rakyat untuk sekedar leha-leha ke negri pesohor nan eksotis 233 juta rakyat miskin tentunya hanyalah sebuah tanda tanya besar.
Bersikap Proposional
Sudah waktunya pemerintah bersikap proposional dalam menentukan agendanya, mana yang harus di prioritaskan dan itu harus di nomer satukan, namanya saja prioritas, lucu kalo di nomer duakan apalagi di hiraukan, terlebih ketika hubunganya dengan aspirasi rakyat. jangan gara-gara perjalanan studi banding pramuka ke afrika wakil dewan yang katanya terhormat lupa akan tanggung jawabnya sebagai anggota dewan yang mengemban aspirasi rakyat, hasil merupakan bukti pencapaian yang nyata. Sayangnya budaya berpolitik dinegri ini di katakan proposional apabila sudah sesuai pada kepentingan parpolnya bukan lagi rakyat, dan kini kitapun hanya bisa gigit jari ketika segelintir oknum sudah mulai menerapkannya. dan ketika studi banding sudah di katakan proposional tentunya akan ada pertanggung jawaban yang menghasilkan buktinyata yang harus di terapkan bagi si pelaku, hal ini pulalah yang harus di pertanyakan nantinya jangan giliran di tanya hasil hanya bisa geleng-geleng kepala terlebih saling menuding ketika di minta pertanggung jawabannya. Berkacalah dari pengalaman, ketika hal tersebut di nyatakan tidak efektif apagunanya hal serupa kembali di lakukan terlebih ketika masyarakat tengah di persulit oleh stabilitas perekonomian yang tak kunjung membaik. Kehormatan bukan hanya di lihat dari seberapa mampu pemerintah memfasilitasi para anggotanya melainkan seberapa besar pemerintah mampu memfasilitasi rakyatnya.
Wednesday, 9 June 2010
merdeka dalam menulis!!!
Tuesday, 1 June 2010
jalan ketentuan hidup
Sunday, 16 May 2010
"setengah crayon hitam dan seorang anak"
Terdapat dua puluh anak yang tengah mengikuti pendidikan di sebuah taman kanak-kanak. riuh gemuruh terdengar seakan tiba waktunya palu godam di ayunkan, namun seketika terhenti sejenak tatkala sorang guru mengatakan
" hari ini kita menggambar ".
Serentak ke dua puluh anak-anak tersebut menyiapkan dan meletakan pensil, penghapus dan alat-alat gambar lainnya tepat di mejanya masing-masing
sambil menunggu lembar demi lembar kertas yang siap di sajikan layaknya ayam goreng beserta french friesnya. ke dua puluh anak tersebut mengisi waktu luangnya dengan bercanda gurau lari sana sini layaknya sekumpulan mamot-mamot yang tengah berlarian menghindari jutaan hujan meteor yang mengancam habitatnya.
namun di antara sekian puluh anak sebayanya ada satu anak terdiam tanpa banyak kata, dingin sedingin puncak gunung fuji di malam hari, hanya mengambil sepotong crayon berwarna hitam dari ranselnya dan meletakan crayon hitam itu tepat di mejanya dengan gaya pecatur master yang menggerakan pion-pionya dengan mantab.
ini tampak kontras dengan anak-anak yang lainnya yang menyiapkan berbagai macam alat gambar mulai dari rautan, busur, jangka sorong, pensil dengan berbagai macam warna, penggaris dengan berbagai macam bentuk menghiasi di setiap mejanya masing-masing.
Seketika ibu guru mengatakan gambarlah sesuai dengan imajinasi kalian dan tunjukan apa yang kalian hasilkan melalui goresan tangan indah kalian.
Serentak sekumpulan murid-murid taman kanak-kanak tersebut menggambar dengan penuh inspiratif mulai dari goresan-goresan liar yang penuh artistik dengan berbagai macam bentuk panorama alam yang liar, seliar pemikiran dan goresan-goresan yang di hasilkan kumpulan anak-anak yang inspiratif tersebut.
lima belas menitpun sudah berlalu, lembaran demi lembaran kertas yang tadinya putih seputih pemikiran ke dua puluh anak-anak tersebut mulai tampak kotor dengan berbagai macam warna-warna yang tertuang di setiap lembar ruang kosong yang menghiasi hari indah mereka, seperti itulah memang hidup penuh dengan warna-warni.
Tangan-tangan kecil merekapun terus bergerak takberaturan layaknya jarum kompas yang bergerak menentukan arah setiap anak-anak ini melangkah.
Mulai dari pegunungan beserta pemukiman di bawahnya sampai dengan hutan beserta isinya tak hayal menjadi objek kreatifitas mereka namun di sela-sela itu semua lagi-lagi anak yang pendiam dan dingin tersebut membuat ibu guru bertanya-tanya apa yang sebenarnya dia lakukan dengan hanya menggunakan setengah crayon hitamnya itu, hanya goresan-goresan hitam yang membingungkan yang menghiasi lembaran kertasnya namun tanganya terus bergerak tak karuan dan amat cepat secepat badai katrina yang menuju pemukiman dan menghempaskan apa saja yang di lewatinya.
Lalu ibu gurupun bertanya kepada anak tersebut
" apa yang sedang kamu gambar nak? ", dengan penuh tanya.
Anak itupun diam dan terus terdiam tanpa mempedulikan sekitarnya layaknya anak kucing yang sedang asik bermain dengan buruannya.
Ibu guru itupun menarik lembaran kertasnya dan memberikan lembaran kertas yang baru dan lagi-lagi sama goresan hitam yang tak berarti.
Ibu guru itupun terus bertanya-tanya dalam benaknya apa yang dia tuangkan dalam pemikirannya sudah puluhan kertas di berikan padanya tapi hasilnya selalu sama, goresan-goresan hitam yang takberseni, takberarti bahkan hanya akan di jadikan sebagai tempat untuk para pedagang kacang rebus di sekolah ini menjajakan barang dagangannya.
Namun ibu guru tersebut menangkap ada yang beda dari pemikiran anak pendiam tersebut, satu demi satu ibu guru itupun memperhatikan puluhan lembar kertas yang di hasilkan anak pendiam tersebut dan mulai menyusunnya tak hayal sebuah puzzle yang di hasilkan puluhan lembar kertas itupun mulai membentuk sesuatu lalu ibu gurupun memberikan satu demi satu lembaran-lembaran kertas kosong tersebut kepada anak yang membingungkan ini tak hayal gambar seekor ikan paus pemburu sebesar setengah dari ruang kelas terbentuk dari hasil puluhan lembar kertas-kertas anak pendiam tersebut.
Tak hayal ibu gurupun mengharu biru dengan pemikiran anak pendiam tersebut.
Yang tadinya ia merendahkan dan mencibir anak tersebut kini berubah 180 derajat ia terpukau akan hasil dari anak yang iya kira rendah tersebut, dengan goresan-goresan tangannya iya menghasilkan karya yang spektakuler dan amat sangat inspiratif layaknya lukisan michaelangelo yang terpampang di dinding kapel sistina amat sangat menenangkan mata bagi mereka yang melihatnya.
Lagi-lagi anak yang inspiratif ini lahir dengan ide-idenya yang penuh dengan pemberontakan namun mengandung gagasan dan nilai-nilai pemikiran yang amat sangat inspiratif dengan berbagai macam asumsi-asumsi yang apatis di tengah terobosan-trobosan yang ia hasilkan dan kini anak ini mengejutkan guru-guru yang ada di sekolah taman kanak-kanak tersebut, sensasi yang di hasilkan anak pendiam dan dingin tersebut amat sangat terasa bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.
Jelas ini mengajarkan bahwa apapun hal kecil yang kita hasilkan jangan pernah takut untuk menunjukannya ke mata dunia, karna kita dilahirkan sebagai seorang pemimpi bukan sebagai seorang pecundang yang hanya bisa menganggap rendah gagasan dan pemikiran kita.
Teruslah memberontak dengan ide-ide liar kita maka kita akan menemukan satu menit, ya hanya satu menit yang amat sangat berarti buat hidup kita..
Inilah sebagian potret kecerian anak Indonesia yang sebenarnya ia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti terhadapnya, keluarganya tau bahkan negaranya dan rintangan apa yang mungkin di hadapinya ketika ia mulai beranjak dewasa dan merasakan apa yang di namakan TANGGUNG JAWAB.

JANGAN MENYERAH INDONESIA!!
ulasan the winer stands alone
Orang besar karna di pecundangkan
Ini sebagian besar cerita-cerita sukses seseorang yang pernah ku baca dalam bukunya di antaranya adalah kolonel sanders seorang yang berumur 65 tahun dengan satu-satunya kekayaan berupa uang pensiun sebesar 105 US dollar seorang yang sudah rentan dan bermuka tebal memasuki ribuan restoran untuk menjual cara menggoreng ayam. Dan di restoran ke 1009 baru idenya di sambut dan di terima
Ada pula seichio honda berani membayar mahal tangannya untuk mencapai cita-cita menjadi pendesain piston dan dia bahkan berani menulis sukses 98% di bentuk dari kegagalan, dan ada pula cory aquino seorang ibu rumah tangga biasa tanpa pengalaman dan pendidikan memadai, berhasin membangun fondasi demokrasi yang meyakinkan di filipina berkat keberaniannya dalam melakukan inovasi. Tak pula kita tak luput oleh keberhasilan abraham lincoln yang pernah terkena depresimental, berulang-ulang karna gagal sebagai wakil rakyat, pengusaha, dan wakil presiden, nekat mencalonkan diri sebagai presiden amerika serikat. Dan dunia kagum dengan prestasi nya
Dan banyak tokoh-tokoh lain yang begitu saya kagumi di dunia ini yaitu edward de bono, ia termasuk pemikir yang menghabiskan bnyak hidupnya untuk ketrampilan berfikir. Seperti hal nya yang dikutip dalambuku inovasi atau mati karya gede prama menyatakan bahwa ada bnyak perbedaan antara sekolah manajemen di akhir 80an dengan akhir 90an. Salah satunya pada tokoh yang di tampilkan di era 80an yang memunculkan seorang tokoh management hero bernama michael E. porter di sebut hero tidah hanya saja populer tetapi juga amat berpengaruh di sekolah management. Sedangkan di era 90an muncul tokoh yang bernama michael hammer sama-sama berpikir dalam kerangka. Sama-sama menyebut dirinya sebagai pengamat dan sama-sama berpengaruh karna menyebut pendekatannya sebagai pendekatan ‘baru’.
Ada sejumlah pelopor peradaban yang tidak membiarkan dirinya diperkuda format otak serta harapan. Sebut saja andrew grove orang nomer satu di intel corp sebuah perusahaan yang memberi warna banyak terhadap teknologi informasi dunia. Di satu kesempatan andrew grove mengemukakan rahasia sukses di era baru ini terletak pada ketekunan untuk membuktikan bahwa diri anda salah, menantang seluruh cara berfiki anda, menemukan hal-hal cacat dalam model mental anda, dan keseriusan untuk selalu bereksperimen dengan seluruh alternatif yang mungkin.
Dan ada pula genta ogami seorang jepang yang sukses menerapkan G sistemnya dan berhasil merauk omset 124,8 milyar yen pertahun. Dan juga steve job pendiri apple computer, pixar studio, dan juga Ipod, howard schultz, pemilik starbucks jaringan kedai kopi. Itulah sekumpulan orang-orang yng sukses dan berhasil menggapai apa yang di namakan motivasi dalam hidupnya.