Monday, 22 November 2010

BANGKIT!, BANGKIT!

Ini bukanlah sebuah akhir dari kegagalan, ketika kau tercampakan dari sebuah dunia luar yang kadang kau merasa tak berarti, kau akan merasakan sesuatu yang tak mampu kau dapatkan.
"bangkit!, bangkit!", maka kau akan menemukannya di balik sebuah kata yang tersirat terdapat sebuah rahasia yang hanya kau sendiri yang dapat menemukannya.

Thursday, 11 November 2010

just a conversation via skype

"eh di lagi apa?"
"ga lagi ngapa-ngapain ni?, baru pulang sekolah lu?"
"iya di, lo ko tau?"
"keliatan rapih bener, ga biasanya soalnya. hahahah"
"enak aja lu di"
"eh di ada sesuatu nih yang pengen gw tunjukin?
"tunjukin apa?"
"buku, coba deh liat buku bimbingan di sekolah gw unik yaa, isinya macem-macem. mulai rumus matematika, rumus kimia, peta negara, denah sekolah, ada-ada aja yaa di"
"ooh jadi semacam buku pintar gitu ya ree"
"ya, mungkin seperti itulah di"
"dan lu liat deh permen karet di sini tuh beda designnya keren-keren kemasannya unik "
"iya cuman kemasan permen karetnya ga simpel re, ga gampang masuk kantong, ribet kurang di perhatiin dari segi kemasannya, kalo menurut pendapat gw"
"iya, tapi keren design kemasannya di, kaya bukan permen karet gitu yaa. hheee, dan coba deh lu liat hari ini nilai tugas gw sempurna lo perfect kata guru gw, lucu ga?? ada stickernya gitu kaya anak TK aja ya, hahahah".

Tuesday, 9 November 2010

cinta meminta lebih darimu

rasanya terasa universal ketika kita mempermasalhkan cinta, namun rasanya terlalu naif pula ketika cinta hanya di jadikan sebuah kisah teragis bagi para pelakunya. cinta terlahir, tumbuh dan berkembang dari, dalam atas pemikiran. seseorang di katakan cinta apabila terjalin komunikasi dua arah yang menimbulkan kesamaan visi, misi dan juga persepsi. banyak orang mengagung-agungkan cinta dan tak sedikit pula orang menghujatnya lantas mengharamkannya. persoalan di sini bukan menyangkut apa itu cinta, melainkan seberapa besar kita mencintai. layaknya pementasan romeo dan juliet karya shakespeare cinta bukan hanya di gambarkan dengan percintaan ala remaja yang penuh dengan kontrovesi di dalamnya, atau hanya sekedar memberikan setangkai mawar dalam nuansa romantis terhadap pasangan saat valentine kemudian mengecup keningnya, apakah harus yang seperti ini yang di sebut cinta?, pantaslah sebagian orang menyebutnya sebuah kisah tragis di dalamnya. seharusnya bukan itu yang menjadi tolak ukur dalam mengiklarkan sebuah komitmen.
jika tiap kata yang terucap akan di minta pertanggung jawabanya, maka begitu pula ketika mendeklarasikan cinta. ada konsekuesi logis untuk sebuah pilihan, maka cinta akan meminta semuanya darimu. sampai pikiranmu. sampai perhatianmu. berjalan, duduk, dan tidurmu.
mungkin sebagian orang berpendapat cinta itu tragis namun apa dan seperti apa?,  kematian seorang romeo kah yang rela mengakhiri hidupnya ketika sang juliet yang lebih dulu meninggalkannya, atau  leila dan qais menjadi majnun, menjadi gila dalam cerita laila majnun?, rasanya itu lebih tepat di katakan sebuak ke konyolan dalam memutuskan sebuah komitmen. ada yang lebih tragis dari sekedar kematian konyol, namun di akhirinya dengan sebuah citra akan pandangan yang melebihi dari sekedar cinta seorang romeo terhadap julietnya, atau laila dengan qais, yakni kematian seorang pemimpin untuk rakyat yang di cintainya, perhatian seorang ibu yang di tinggalkan anaknya ketika menua, kematian seorang pejuang ketika mencintai bangsanya, atau kematian seorang mujahidin ketika membela ajaran allah. inilah seharusnya yang di sebut cinta, rasa ingin melindungi, dan mempertanggung jawab tentang apa yang sudah di deklarasikan atas nama cinta, tulus bukan sekedar kekonyolan.
memang seperti itulah cinta, penuh dengan sejuta misteri di dalamnya. kita lahir atas dasar cinta, puluhan bahkan ratusan, jutaan orang terlahir karna cinta, namun tak sedikit pula orang mengakhiri jalan hidupnya di atas sebuah nama cinta, layaknya pisau bermata dua seperti itulah cinta.

Monday, 8 November 2010

big bite and slurpee challenge championship

the winner stand alone

MEDESA ATAU MATI!

lihat di negaraku banyak gedung, sering pula kujumpai ferrari, galardo sampai dengan maserati di ruas jalan
tak hanya itu, tanahku luas, subur pula, jika kutanam ketela, esok, lusa, nanti tak pernah kutemui rasa lapar
soekarno - hatta buktinyata betapa kuatnya aku, negaraku
kakek, nenekku seorang pejuang, mereka pernah berkata, dulu kami kelaparan namun tak pernah sekalipun kami mencuri sesama indonesia
walaupun kami minim pendidikan, bukan berarti kami bodoh, alam beserta isinya sudah cukup menjadi guru untuk kami
kami tak mengenal rumus relatifitas, kami tak mengenal satuan jarak
tapi kami tau apa yang bangsa ini mau.

the decadence of distance

decadence of distance between Indonesia and the United States with rere via skype